Hate Day

These are some words I hate for apparently no logical reason at all :

- Hahaha.

- Hihihi.

- Semua variasi dari tawaan “hahaha” atau “hihihi”, pokoknya semua tawaan yang tertulis. KECUALI hahaha ditulis dengan huruf besar (like “HAHAHA”) atau 1337speak (like LOL LULZ ROFLMAO)

- Menggelikan.

Ingat, tidak butuh alasan untuk membenci sesuatu. I just decided to hate them.

Edit : Crap, gw ga sempet Geekwatch The Dark Knight. Laporan lengkap akan diberikan nanti, but here’s my initial impressions after watching TDK :

HOLYCRAPITSSOAWESOMEMYEYESTHEYBLEEDTHEYCANTHANDLESUCHAMOUNTOFAWESOMENESSONSCREENAAAAAAAAAAAAAAGH$#GEHER

sekian

The DailyWhatever Routinity

Senin : Ew, semangat turun, minggu masih panjang, etc etc

Selasa : Yes! Maju satu hari dari hari Senin!

Rabu : Pertengahan minggu! Wednesday is the best day of non-weekend days!

Kamis : ARFGHHG kenapa bukan Jumat

Jumat : Besok Weekend! Produktivitas -40%, Semangat Main +70%

Sabtu : Weekend! PAAHTEEEY

Minggu : Allsleep, kembali ke Senin.

Repeat for eternity. Yang anak-anak informatika tolong dibuatkan flowchart/pseudocode/finite-state machine/UML/whatever

DailyWhatever.net Exclusive! Captain Obvious talks and predicts the future

Di awal pertengahan kedua tahun 2008 ini, DailyWhatever.net mengundang tamu khusus yang sudah banyak makan asam garam tapi tidak haram dunia, yakni tidak lain dan tidak bukan adalah Captain Obvious!

Simak pembicaraan DW dengan sang kapten yang telah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia yang formal, baik dan baku, tapi belum tentu benar, hanya satu klik dari sini.

Read more…

O_o

( ‘_’)

….( ‘_’)

( ‘.’)                          \(^_^ )

( ^o^)/      \(^o^ )

( ‘o’)? ( ‘o’)?                                                                                   >#@!#@#$

( O_o) ( O_o)                                                                              <(<>_<> #<)

( ‘o’)> 3========= (> O_o)>                                            <(<>_<> #<)=========3

( ‘o’)                                                                      3= (##%$#@#)=3

( -_-)                           (@_@ )a. . . . . .                                    <(<>_<> #<)

(> ‘_’)>                     ( ‘_’)                                             <(<>_<> #<)……

<(’_’ <)    (> ‘_’)>                                                          <(<>_<> #<)

^( ‘_’ )^ ^( ‘_’ )^                                                             <(<>_<> #<)

(> ‘_’)> <(’_’ <)                                                             <(<>_<> #<)

<(’_’ <)(> ‘_’)>                                                               <(<>_<> #<)

(> ‘_’)><(’_’ <)                                                                <(<>_<> #<)

\\\\\\\\\\\///////////                                                 <(<>_<> #<)

~\(O__o)/~                                                                     <(<>_<> #<)

3============= ~~\(O__o)/                                <(<>_<> #<)

($#@!%#$#@$)

~\(O__o)/~ - - - - - -

\\\\\\\\\\\///////////

( ‘_’) (’_’ )

( ^_^)><(^_^ )

(’_’ )……………… ………….( ‘_’)

~fin

Metro Mini, it’s Metro and it’s Mini

Gw suka kemampuan sopir dan kenek metro mini negeri ini untuk membuat “pulang ke rumah pada suatu petang” menjadi sebuah epic Star Wars-level dogfight. Ini adalah kejadian pada suatu perjalanan (kebetulan gw duduk di depan, persis di samping pak supir yang sedang bekerja mengendarai metromini supaya baik jalannya, hoi!):

Sopir : “Di depan ada gak!?”
Kenek : “Ada! 51!”
Sopir : “Belakang jauh!?”
Kenek : “Jauh! Jauh!”

Metromini menambah kecepatan (dan suara mesin) sampe di lampu merah deket di bawah jembatan ke arah Ciputat. Di sini kalo mau belok kanan harus muter ke kiri dulu. Apparently the stunt was extremely complicated sampe-sampe mereka memutuskan untuk jalan di jalur berlawanan, menghadapi semua mobil-mobil yang datang.

Sopir : “Ada polisi gak!?”
Kenek : “Gak ada! Terus!”

Kenek lalu turun, menahan semua mobil yang datang ke arah dia, membiarkan metromini lewat dan belok kanan, virtually breaking every law of traffics.

Setelah berhasil belok kanan, beberapa meter kemudian mereka BERHENTI. Sopir dan kenek rapat.

Sopir : “51 udah lewat?”
Kenek : “Udah dia mah, udah dari tadi!”
Sopir : “Maju aja dah!”
Kenek : “Maju maju!”

Metromini kemudian maju sekenceng-kencengnya, nglaksonin dan ngelewatin apapun yang ada di depannya. Sampe akhirnya “51″ yang misterius ini keliatan. Perhaps inspired by Speed Racer, si Sopir ngejar “51″ dan nempel terus di belakangnya.

Sopir : “Si [name not recognized] bukan tuh?”
Kenek : “Bukan, itu mah si [name not recognized again]!”
Sopir : “Lah ngapain tu orang?”

Kedua metromini kini sejajar. Kedua sopir kini liat-liatan dan saling teriak, seperti Tsubasa kalo udah ketemu Hyuga.

Sopir : “Woi ngapain lu!?”
Sopir 51 : “Nyari makan!”
Sopir : [tertawa]

Metromini gw tancep gas dan ngelewatin itu 51.

Tiba-tiba metromini berguncang dengan keras. Abis itu muncul message warning.

Sopir : “What happen?”
Kenek : “Somebody set up us the bomb.”
Kenek : “We get signal.”
Sopir : “What!”
Kenek : “Main screen turn on.”
Sopir : “It’s you..!!”
CATS  : “How are you gentlemen!!
CATS   : “All your base are belong to us.”
CATS : “You are on the way to destruction”
Sopir : “What you say!!”
CATS   : “You have no chance to survive make your time.”
CATS : Ha Ha Ha Ha ….
Kenek : Captain!!
Sopir : Take off every ‘ZIG’!!
Sopir : You know what you doing.
Sopir : Move ‘ZIG’.
Sopir : For great justice.

P.S. : You may stop believing after “Metromini tancep gas dan ngelewatin itu 51″.

White Crater and The Rock of Love

Kawah putih, is, obviously, kawah yang putih. Setidaknya bagi sebagian orang. Sebagai sekuel dari perjalanan Genshiken ke Tangkuban Perahu tahun lalu, sekarang kita ke Kawah Putih, Ciwidey. Gw berharap ada cerita rakyat daerah situ yang ngaco abis seperti Sangkuriang-Dayang Sumbi, sayangnya gak sefantastis itu. Keren malah.

Kawah ini dulunya dianggap angker oleh penduduk setempat karena begitu gersang dan setiap burung yang lewat situ mati. Butuh orang Belanda pemberani untuk mengetahui bahwa burung-burung lewat situ mati karena (drumrolls) belerang! Kesimpulan gw adalah mungkin kita bisa membunuh burung* dengan cara mengumpulkan sekumpulan orang pemberani lalu kentut rame-rame.

Tentunya kurang mistis untuk ukuran cerita rakyat Indonesia. Untungnya ada kabar bahwa di kawasan Kawah Putih ada makam 7 Eyang yang konon punya kesaktian. Now this is getting interesting, karena kata “makam”, “orang sakti”, dan “7″ bisa dirangkai siapapun untuk bikin cerita RPG yang lumayan keren. Heck, bahkan untuk cerita Zelda ini bisa langsung jadi.

To add things up, suka ada penampakan sekumpulan Domba Putih di gunung ini. Yes, really. Kenapa domba dan bukan kuda nil, jangan tanya gw.

Anyway as part of the tour, kita lanjutin ke danau Situ Patenggang. Kubangan raksasa ini mestinya bisa lebih keren lagi kalo gak kebanyakan orang yang jualan dan orang-orang tolol yang buang sampah sembarangan. But the coolest part of this lake? The story.

Jadi ada pulau berbentuk hati di tengah danau ini. Or so the people said. Kalo dari mata gw sih gak kelihatan bentuk hati sama sekali. Atau kita mungkin mesti ngeliat pake mata hati juga. Dan imajinasi. Yang tinggi. Pulau ini dinamakan….Pulau Asmara. DUN DUN DUNNNNN

Dan di ujung pulau asmara ini ada batu gede. Tapi orang bilang ini Batu Cinta.

Now here is the tale : Ada seorang putra-putri titisan dewa dewi yang tumbuh bersama alam di kawasan ini** (way to go, gods. Way to go.). Mereka tumbuh dan saling mencintai (lu ditinggal di tengah hutan bareng lawan jenis selama bertahun-tahun. what do you expect?) Lalu mereka berpisah setelah sekian lamanya (beneran “sekian”, gak ada waktu pastinya. Akhirnya kemudian mereka bertemu kembali di lokasi yang disebut Batu Cinta. Si cewek meminta si cowok membuatkan danau (tanpa batas waktu dan gak pake dicurangin, unlike another folktale girl whose tale is widely known). Si cowok pun membuat danau dan pulau berbentuk hati di tengahnya. Now THAT’s a boy. Mau aja disuruh buat danau, jadi lagi. Dan kenapa juga cewek sunda demen banget minta dibikinin danau?

Oh, kelilingin itu pulau asmara, lalu berdiri di batu cinta. Kalian akan mendapatkan cinta yang abadi. (This has yet to be proven, kemaren gak ada yang nyoba. Kalo mau singgah bayar ey. 15 ribu kalo gak salah. Now that I think of it, it’s actually a bargain! Eternal love for just Rp. 15000!)

Intinya cerita tadi terlalu banyak ketidaklengkapannya. Siapa dewa-dewi yang gak tau diri naro cowok dan cewek di tengah hutan? Kenapa mereka berpisah? Kenapa mereka bertemu? Dengan cara apa si cowok bikin danau? Mungkin jawabannya ada di season 2.

*No animals were harmed during the production of this post, blah blah blah
**Putra putrinya yang tumbuh bersama alam, bukan dewanya.
***Thanks to Agun yang tiba-tiba udah nyiapin cottage. O_o

Meanwhile, in another completely unrelated event that barely qualifies as news, someone just turned 21 today.

Daily Whatever ~The Quest for One~

Kerja Praktek! The time has come!

Dari jam 8 pagi sampe jam 5 sore duduk di (somewhat) cubicle, supposedly ngerjain apapun yang seharusnya dikerjain. Boy, all that Dilbert strips came right through my head.

Dan ternyata gw gak perlu khawatir. Apapun yang gw pelajari selama 3 tahun di Elektro gak keluar (screw you, RE. Screw you.) Yang gw butuh justru barang-barang yang gw pelajari sendiri, doa, impian, cita-cita, semangat dan ambisi*.

Train Man -pics or it didn’t happen-

Seseorang buatkan kue untuk Level Comics yang telah nerbitin ini. Kue yang enak.

Densha Otoko, Train Man, Manusia Kereta (lol wut) itu cerita yang populer, jadi sebenernya gak usah gw ceritain itu tentang apa juga gpp. Tapi for the sake for readability, gw singkat kisah ini dalam satu kalimat : Densha Otoko adalah cerita tentang cowok otaku Jepang yang nolongin cewek kaya n cakep (Hermes) di kereta, trus pdkt (gee I can’t believe used this word for this blog), dan hasilnya adalah…spoiler. Yang buat cerita ini beda adalah, tentu saja, adalah campur tangan 2ch dalam pengambilan keputusan-keputusan Densha Otokonya sendiri.

Sounds good, sounds good. Komiknya dibuat Hara Hidenori, and it’s on a marvelous technical level. Panel-panelnya ngalir enak banget, ekspresi muka Train man, Hermes, dan poster-poster 2ch bener-bener bisa membawa emosi (Gw bisa bayangin kalo gw ikut lagi posting di situ pasti sambil muter-muter tegang di kamar). It’s a superb comic, read it.

Ya, ya, it’s a beautiful love story and all, dan kisahnya sendiri diangkat dari kisah nyata (gak ada yang bisa buktiin sih, but let’s keep it beautiful, shall we?). Ceritanya pun bisa memotivasi nerds yang hidup di depan komputer untuk berubah ke hidup yang lebih baik dan nyari kesempatan untuk nyelametin orang.

..o rly?

These are some reasons that Densha Otoko will not happen in a second time :

1. Ingat hukum favorit gw : “If anything can go wrong, it will”. Ini basis dari semua hampir hukum di bawah.

2. Kita lagi di kereta (atau, kalo di sini, bis kota). Ada orang gangguin cewek. Mabok. Kita berusaha ngelawan. Dateng temennya bawa piso lipet. At least we die an hero.

3. Okelah, misalkan ada kejadian mirip. Trus kita posting di forum. Presumably the hive of scum and villainy, 4chan. Gw berani taruhan, bukan kata-kata motivasi yang lu dapet, tapi respons respons macam :
-FHUTA
-pics or it didnt happen
-rickroll
-something lolcat something something
-respons orang ngetawain lolcat diatas
-reaksi tak membantu sejenis
(please find the meanings yourself)

Sedangkan kalo kita posting di forum besar lokal, say, Kaskus, expect these :
-reply pertama adalah “PERTAMAX naik lagi nih bos? [emoticon]”
-reply kedua adalah “PERTAMAX slurp slurp [emoticon] EDIT : waks keduluan swt”
-reply ketiga adalah “wah asik tuh :D”
-spam orang jualan
-tiba-tiba ada orang lain ngepost cerita dia juga, thread kita dibajak dan cerita kita gak dipeduliin lagi.

4. Densha Otoko itu winner. Inget : For every winner, there’s a dozen of losers. Odds are you are one of them.
5. All the good one are taken.
6. If the person isn’t taken, there’s a reason.
7. Buat cewek nih : “Before you find your handsome prince, you have to kiss a lot of frogs.”
8. If you think a girl is beautiful, her boyfriend will always be there to confirm it.

Eh, masih banyak, but I’ll stop here.

P.S. : Gw bukan orang pesimis, cuma gemar melihat sesuatu dari sudut pandang yang *sedikit* lain.

Geekwatch : Indiana Jones and The Kingdom of Crystal Skull

Dalam ingatan-ingatan masa kecil gw, ada keinginan untuk menjadi arkeolog, pake topi fedora coklat, bawa lentera, dan masuk-masuk goa sambil bergumam “tattarattaaaa tattaraaaaa”. Orang ini penyebabnya.

Kesukaan gw sama Indy kayaknya adalah buah dari usaha bokap gw untuk membuat anaknya suka nonton film yang sama (hey, he did succeed in making me a somewhat Star Wars geek) berhubung filmnya lahir sebelum gw dirilis ke dunia.

And I just watched The Kingdom of Crystal Skull.

And it was an Indiana Jones movie. Adegan penyelamatan komedik yang gak masuk akal? Check. Teka-teki yang mesti dipecahkan sepanjang film? Check. Plot berbau arkelogi dan mistis? Check. Indy’s whip in action? Check. The legendary “The Raiders March” oleh John Williams? Check. Hell, dengerin musiknya doang dengan sound system XXI pun bikin gw literally merinding.

Ah, yes. The sound. Bagi yang nonton film ini di DVD bajakan ato ngedownload lalu nonton dengan speaker komputer, please kindly return your life to God. Orang-orang kaya gini yang cuma ngabisin oksigen bumi. The Sound Design was awesome dan bikin gw pengen serius bikin Home Theater.

It is good. Real good.

D.I.Y. : Failglove

Ya bukan D.I.Y. juga sih.

Bahan :

- LED. Yang banyak. Gw pake 6 LED putih.
- Push on Switch
- Batere 9 volt
- Kabel
- Karton
- Sarung Tangan
- Waktu luang

Cara :
Gunting karton supaya ngebentuk kotak, trus bolong-bolongin bagian tengahnya supaya bisa masuk kaki LED.
Hubungkan 3 LED secara seri, jadi ada 2 “seri”. Kedua seri ini lalu diparalel. Skematiknya kayak gini :

Hubungkan kabel dengan switch, atur supaya switch itu bisa diteken tanpa harus melibatkan tangan lain. Gw susun supaya switch diteken pas gw ngepal.

Atur-atur dikit bentuk kotaknya biar indah, trus pasang di sarung tangan.

Like this :

Trus gaya dikit lalu ambil foto :

Dengan sedikit usaha dan redesign, kita bisa bikin kayak gini :

Yeah. Totally. Uh…generator power 3 juta watt segede gelas kopi di dada dan otak lulusan summa cum laude MIT di umur 17 tahun juga mungkin membantu.

P.S. : Gak yakin ada orang aneh yang iseng mau bikin juga, tapi yang mau step-by-step lebih detil bilang o.o